Rencana Pemasaran Bisnis Yang Perlu Diperhatikan

Dalam membangun bisnis, tidak hanya tentang produk atau jasa saja. Melainkan ada rencana pemasaran juga, hal ini diharapkan dapat membuat produk/jasa yang dibuat bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

Pertanyaannya, apakah rencana pemasaran itu penting? Jika perting, lalu bagaimana cara membuatnya dengan baik? Mari kita bahas perlahan, semoga bisa membantu menjawab pertanyaan Anda :).

Apa itu Rencana Pemasaran?

Rencana pemasaran atau marketing plan adalah sebuah rancangan untuk mencapai tujuan bisnis dalam suatu periode yang telah ditentukan. Dimana di dalamnya terdapat berbagai macam perencanaan aktivitas pemasaran untuk mempermudah dalam menjalankan bisnis, mengevaluasi dan memperbaikinya.

Marketing plan selalu berhubungan dengan strategi pemasaran, karena marketing plan berisi satu atau beberapa strategi marketing. Dengan adanya perencanaan pemasaran, diharapkan dapat membantu mendukung bisnis untuk mencapai visi dan misi nya.

Rencana pemasaran

Baca juga : Cara Membuat Campaign yang Menarik Perhatian

Manfaat Marketing Plan

Terdapat banyak sekali manfaat dari marketing plan. Sehingga membuatnya menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan selain produk/jasa yang ditawarkan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Membuat semua kegiatan pemasaran lebih terencana
  2. Membuat seluruh kegiatan lebih mudah dikontrol dan dievaluasi
  3. Mencegah ketidakjelasan bisnis di masa yang akan datang
  4. Menjadi pertimbangan perusahaan dalam pengembangan bisnis
  5. Membuat perusahaan lebih termanajemen dan rapi
  6. Memberikan kejelasan siapa target market dari produk/jasa yang ditawarkan
  7. Memberikan gambaran seberapa besar biaya yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas pemasaran
  8. Menjadi sumber informasi bagi pengambil keputusan untuk membawa perusahaan ke arah yang lebih baik lagi
  9. Memberikan gambaran siapa pesaing dalam bisnis yang dijalani

Tujuan Rencana Pemasaran

Marketing plan pada akhirnya bukanlah sebuah dokumen saja, melainkan menjadi sebuah panduan atau peta untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Oleh sebab itu, rencana pemasaran sangat diperlukan dalam sebuah bisnis, agar manajemen perusahaan tidak tersesat untuk mencapai tujuannya.

Cara Membuat Marketing Plan

Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan untuk membuat sebuah marketing plan atau rencanaa pemasaran. Simak berikut ini:

1. Menentukan tujuan bisnis dalam rencana pemasaran

Hal yang perlu diperhatikan sebelum melangkah lebih jauh adalah menentukan tujuan bisnis yang ingin di jalankan atau visi misi nya. Tujuan bisnis bisa menjadi batasan masalah agar dalam perencanaan dan penerapannya tidak melenceng dari target utama.

Misalnya, tujuan membuat bisnis kuliner yang fokus untuk vegetarian, dengan tidak menggunakan kemasan plastik yang tidak bisa didaur ulang. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian lingkungan karena banyaknya sampah plastik.

2. Menentukan siapa yang menjadi target pasar

Setelah tau apa tujuan dari bisnis yang dibangun. Selanjutnya, tentukan siapa saja yang mungkin membeli produk/jasa yang di jual, mulai dari perilakunya seperti apa, demographic, geographic, psychographic, firmographic.

Untuk menjawab ini, Anda bisa memulai dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Masalah siapa yang kita selesaikan dari produk/jasa yg dibuat?
  • Untuk siapa nilai dari produk/jasa yang kita tawarkan dibuat?
  • Siapa pelanggan yang paling cocok untuk nilai yg kita tawarkan?

Misalnya, bisnis kuliner memiliki target seorang vegetarian, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, berumur 25-40 tahun, peduli dengan kesehatan dan lingkungan, tinggal diwilayah perkotaan. Berdomisili di DKI Jakarta kecuali kepulauan seribu, memiliki penghasilan >100 juta dalam setahun.

3. Mengenali siapa saja pesaing atau kompetitor

Setelah tau apa tujuan dan siapa pembeli nya. Selanjutnya, temukan kompetitor/pemain di bisnis sejenis yang sudah berjalan sebelum Anda. Misal sudah tau kompetitornya, coba analisa apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kompetitor.

Setelah diketahui kelebihan dan kekurangan masing-masing kompetitor, bandingkan dengan bisnis yang mau dibangun, dan temukan perbedaan dengan kompetitor agar tidak terjadi perang harga.

Misalnya kelebihannya adalah kemasan bisa didaur ulang sehingga ramah lingkungan.

Baca juga : Apa Itu Analisis SWOT, Pengertian, Manfaat

4. Membuat strategi pemasaran

Menjangkau setiap target market memerlukan strategi yang berbeda-beda, dan memerlukan uji coba agar bisa memperbaiki tiap langkah kedepannya.

Strategi pemasaran pada umumnya sama seperti menjalin hubungan dengan orang lain, setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda, sehingga memerlukan cara yang berbeda untuk pendekatannya.

Ada yang suka di ajak makan, ada yang sukanya nonton, ada yang suka cuma berdiam diri dirumah sambil nonton, dan lain sebagainya. Sehingga, perlu selalu mengevaluasi strategi pemasaran agar pada prosesnya bisa memperbaiki dan menjangkau lebih banyak pelanggan lagi.

5. Membuat rancangan biaya dalam kegiatan pemasaran

Setelah mengetahui strategi apa yang diperlukan untuk menjangkau calon pelanggan. Kita perlu mempertimbangkan biaya dari strategi yang dijalankan, apakah perusahaan mampu untuk membiaya strategi tersebut atau memerlukan strategi lain dengan biaya yang lebih rendah, namun tetap optimal misalnya.

Fungi perancangan biaya ini sangat penting dipertimbangkan di awal, demi mencegah terjadinya campaign pemasaran tidak berjalan ditengah jalan karena kekurangan biaya.

6. Membuat KPI untuk masing-masing target rencana pemasaran

KPI atau Key Performance Indicator perlu dibuat untuk rencana pemasaran. KPI ini berfungsi untuk mengukur keberhasilan dari strategi pemasaran yang dijalankan. Rata-rata KPI dibuat untuk target jangka pendek. Misalnya KPI marketing untuk bulan Juli 2021:

Strategi pemasaranTargetCapaianKeterangan
Followers Instagram200 orang180 orangBelum sepenuhnya berhasil, hanya tercapai 90%, kurang 10%
Membuat artikel website10 artikel12 artikelTercapai 120%
Pengunjung website1000 trafik1350 trafikTercapai 135%
Penjualan300 items300 itemsTercapai 100%
Tabeli KPI

Baca juga : Tingkatan Produk dalam Manajemen Pemasaran

Marketing Tools Untuk Mempermudah Membuat Marketing Plan

Untuk membantu kita dalam membuat marketing plan atau rencana pemasaran, coba gunakan beberapa tools ini agar lebih mudah:

  • Google trend >> untuk menganalisa suatu trend di mesin pencari google, youtube
  • Ubersuggest >> untuk riset kompetitor, riset kata kunci
  • Whimsical >> untuk membuat flow chart, mindmap dan sebagainya, dapat dikolaborasikan bersama tim
  • Canva >> bisa digunakan untuk membuat desain konten baik foto atau video
  • ClickUp >> untuk manajemen kegiatan, timeline dan mencatat to do list yang bisa kamu kolaborasikan bersama tim
  • SociaBuzz >> untuk mencari influencers
  • Hootsuite >> untuk social media management, atau pengelolaan sosial media dengan kolaborasi bersama tim
  • Google analytics >> untuk laporan trafik dan analisa performa pengunjung website

Selain tools diatas, terdapat tools lainnya juga, namun yang biasa saya gunakan adalah tools yang telah disebutkan diatas. Anda dapat berbagi dikolom komentar jika ada tools yang lebih mudah digunakan.

Kesimpulan

Rencana pemasaran hanyalah sebuah rencana atau tatanan yang perlu disusun agar memudahkan dalam prosesnya, baik dari segi penerapan, evaluasi dan pengembangan. Namun, pada dasarnya rencana hanya akan tetap menjadi rencana kalau tidak Anda terapkan, inti dari rencana sendiri adalah mulai laksanakan agar rencana bisa menjadi kenyataan.

Inti dari memulai adalah mulai – coach Yohanes g pauly

Demikian artikel ini dibuat, tidak ada maksud untuk menggurui, hanya sebagai pembelajaran saya sendiri selalu mereview nya. Lebih-lebih jika bisa bermanfaat buat teman-teman pembaca. Mari diskusi dikolom komentar 🙂

Image by Kaleidico

promo-psbb-jasa-review-google-bisnisku

Jika Anda suka, jangan lupa untuk bagikan :

You May Also Like

About the Author: khairil

Saya seorang yang sedang belajar digital marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *