Mengenal Apa Itu A/B Testing

ab testing

Sebuah website bisa dinyatakan layak jika telah melewati proses pengujian. Pengujian yang dimaksud disini yaitu melalui pengujian A/B testing untuk menentukan kelayakan.

A/B testing digunakan untuk membandingkan dua jenis tampilan pada suatu halaman website. Dengan tujuan, menentukan tampilan mana kah yang memiliki conversion rate lebih tinggi.

Conversion rate sendiri adalah jumlah pengunjung website yang melakukan suatu tindakan menguntungkan pada suatu website. Sebagai contoh, pengunjung melakukan pembelian produk, mengisi suatu form, subscribe newsletter atau subscribe blog.

Traffik yang tinggi pada suatu website tanpa diimbangi dengan conversion rate yang tinggi juga. Bagaikan penampungan air yang terus diisi air, tetapi tidak pernah menambah volume penampungan.

Jadi, A B testing disini mempunyai tujuan utama selain untuk meningkatkan traffik pengunjung, tetapi juga meningkatkan conversion rate.

Menurut VWO, proses ini tidak hanya sekedar untuk merapikan tampilan website. Melainkan juga untuk meningkatkan kualitas halaman website.

Jika kita melakukan A B testing dengan baik. Ini akan secara otomatis berdampak dalam meningkatkan conversion rate pada website. Ini juga merupakan cara termudah dan termurah untuk meningkatkan kualitas website.

Apa Itu A/B Testing?

A B testing merupakan sebuah metode testing untuk menampilkan 2 varian website yang berbeda pada suatu halaman website secara bersamaan, serta membandingkan kualitas dari masing-masing tampilan melalui conversion rate. Dan yang memiliki conversion rate lebih tinggi. Maka itulah tampilan terbaik untuk suatu halaman website.

Seberapa banyakpun waktu yang telah kita habiskan untuk membuat website, biasanya pasti akan menginginkan perubahan tampilan atau tata letak halaman. Biasanya kita berpikir tampilan ini jelek (melalui opini).

Dengan A B testing, kita akan berbicara fakta kenapa harus merubah tampilan halaman pada suatu website, bukan opini lagi. Fakta disini bisa kita baca melalui traffic website dan jumlah conversion rate ketika menggunakan tampilan A atau B.

Cara Kerja A/B Testing

Mengutip dari techinasia, adapun cara kerja A B testing adalah sebagai berikut :

  • Memutuskan halaman apa yang ingin dirubah
  • Menggunakan tool A B testing
  • Membiarkan perubahan dalam rentang waktu tertentu agar mendapat sejumlah pengunjung. Waktu disini tidak pasti, tergantung banyak atau sedikitnya pengunjung
  • Tool A B testing akan menampilkan dua variasi tampilan dari suatu halaman kepada pengunjung dalam rentang waktu yang sama
  • Ketika data yang dikumpulkan dirasa cukup. Tool A B testing akan melaporkan perubahan yang terjadi diantara dua variasi tampilan tersebut
  • Ulangi seluruh langkah hingga menemukan conversion rate terbaik

Ada banyak tools yang bisa di gunakan untuk A B testing, untuk yang gratisan Anda bisa coba Google Optimize. Dan untuk yang berbayar ada Optimizely, VWO dan lain sebagainya.

Demikian catatan saya hari ini, semoga bisa memberikan manfaat bagi saya pribadi dan bagi pembaca. Jika ada kritik dan saran, mohon bisa disampaikan pada kolom komentar atau pada halaman Kontak. Terima kasih.

Baca juga : Cara Index Artikel ke Google dalam Hitungan Detik

Jika Anda suka jangan lupa untuk bagikan :

You May Also Like

About the Author: khairil

Saya seorang yang sedang belajar digital marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *