Perencanaan Keuangan Pribadi Bagi Setiap Orang

perencanaan-keungan-pribadi

Perencanaan keuangan pribadi menjadi hal yang masih terbilang jarang diperhatikan oleh kebanyakan orang. Mengingat minimnya pengetahuan tentang masalah ini, kita akan sama-sama membahasnya berikut ini.

Latar Belakang Saya Sadar Terhadap Pentingnya Perencanaan Keuangan Pribadi

Pernahkah Anda merasa ketika baru gajihan, belum setengah bulan dari tanggal gajihan, rekening Anda tanpa disadari sudah hampir kosong? Jika Anda mengalami masalah tersebut, Anda berada pada artikel tepat, setidaknya merefresh diri agar dapat sadar akan hal tersebut.

Itulah salah satu hal yang saya rasakan ketika menjadi mahasiswa di tahun 2015. Saya mempunyai laporan keuangan, dimana setiap bulannya memiliki pengeluaran dan pemasukan yang berbeda dan sering melebihi UMR Yogyakarta (mahasiswa jogja).

Seringkali saya bertanya ke teman-teman, berapa pengeluaran bulananmu? apakah mengalami hal yang sama dengan saya? Jawaban yang saya temukanpun beragam.

Sebagian teman-teman, mampu bertahan dengan uang jajan 1 juta untuk 1 bulan. Tetapi lebih banyak lagi yang mengalami hal yang sama dengan saya, bahkan teman yang sudah bekerja banyak mengalami hal tersebut.

Diakhir tahun 2017, saya baru menyadari ada yang tidak sehat dengan keuangan saya, saya mempunyai kebutuhan yang sama setiap bulannya. Namun, biaya bulanan saya seringkali naik, saya berpikir pasti orang tua menyadari akan hal ini, tetapi mungkin enggan berkomentar.

Akhirnya, pada awal 2018 menjadi titik kebangkitan keuangan saya. Karena menemukan sebuah buku tentang perencanaan keuangan pribadi yang berjudul “Make it Happen” oleh Prita Ghozie.

Diwaktu yang bersamaan, saya sudah mulai menghasilkan uang dari bisnis. Meskipun kadang masih harus minta tambahan uang ke orang tua karena belum pandai mengelolanya.

Pentingnya Perencanaan Keuangan

Mungkin perencanaan keuangan menjadi hal yang masih terbilang jarang diperhatikan oleh banyak orang. Terutama bagi teman-teman yang baru memegang uangnya sendiri. Seringkali terjadi kebocoran rekening karena masih belum bisa kontrol dan belum sadar akan masa depan.

Kondisi tersebut merupakan kondisi ketika kita benar-benar dituntut akan gaya hidup yang tinggi. Tanpa mempedulikan seberapa besar pemasukan kita. Bahkan, banyak yang rela-relaan membeli barang mewah dengan kartu kredit, padahal ada bunga besar yang mengintainya.

Pengetahuan tentang perencanaan keuangan pribadi memang sangat minim bisa kita dapatkan. Mengingat sejak berada dibangku SD sampai lulus sarjana, kita tidak pernah mendapatkan pelajaran tentang keuangan. Sehingga, sangat wajar hal itu terjadi.

Saat ini, hanya sebagian orang saja yang sadar akan kondisi ini. Sebagian besar mengetahui masalah ini, dan memilih untuk menghindar. Padahal alasannya hanyalah gaya hidup belaka agar bisa dilihat orang lain kaya.

Sehingga, sangat wajar jika uang cuma singgah dan kemudian numpang lewat di rekening. Pertanyaan saya saat itu, kapan ini akan berhenti? dan bagaimana caranya saya bisa melewati masa-masa ini?

Baca juga : Strategi Mengatur Keuangan untuk Mahasiswa

Kebutuhan VS Keinginan

Masalah inti dari perencanaan keuangan pribadi adalah tentang apa itu kebutuhan dan apa itu keinganan. Kebutuhan merupakan sesuatu yang wajib kita penuhi, jika tidak dipenuhi akan berdampak. Sedangkan, keinginan jika tidak dipenuhi tidak akan berdampak secara langsung kepada hidup kita.

Rata-rata mereka yang mengalami hal yang sudah saya jabarkan diatas, biasanya belum bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Hal ini sangat simple, tapi sangat berdampak besar terhadap keuangan Anda.

Sebagian orang memenuhi gaya hidup, sebenarnya hanya ingin memuaskan hasratnya agar bisa dilihat orang lebih perfect. Padahal, orang lain tidak ada yang peduli akan hal tersebut. Orang lebih peduli bagaimana mereka bisa menghasilkan uang dan bisa memberikan manfaat ketimbang harus tampil perfect tapi tagihan kartu kredit nunggak.

Hal yang menjadi seharusnya

Hal yang seharusnya terjadi ketika kita menghasilkan uang adalah, kita harus tahu kemana uang kita akan dikeluarkan. Sehingga, itulah kenapa pentingnya perencanaan keungan pribadi. Dengan mempunyai perencanaan keungan, kehidupan Anda akan lebih tenang dan perlahan akan terbebas dengan kasus kehabisan uang sebelum tanggal gajihan.

Apapun dan kemanapun uang kita mengalir, seharusnya telah disesuaikan dan diperhitungkan dalam sebuah perencanaan keuangan. Sehingga tujuan keuangan yang kita harapkan bisa tercapai di waktu yang telah kita rencanakan. Alih-alih tidak tercapai, setidaknya kita telah mencoba untuk mengendalikan keuangan yang kita miliki, dibandingkan harus kehabisan uang sebelum tanggal gajihan.

Apa itu perencanaan keuangan?

Sebelum lebih dalam, Perencanaan keuangan adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan hidup/mimpi kita/keluarga melalui Manajemen Keuangan yang terencana dengan benar.

Perencanaan keuangan tidak bisa dipisahkan dengan tujuan keuangan. Apa yang menjadi tujuan keuangan adalah apa yang akan menjadi arah perencanaan keuangan. Tidak memiliki tujuan keuangan, akan memperpanjang masalah keuangan Anda terus menerus.

Mempunyai tujuan keuangan akan membuat kita lebih peduli dengan keluar dan masuknya uang. Selain itu, hal tersebut akan menjadi motivasi tersendiri demi menciptakan keuangan yang sehat, jauh dari hutang dan bisa mencapai kebebasan financial dimasa yang akan datang.

Terkait dengan perencanaan keuangan, kita bisa meminta bantuan dari ahli perencana keuangan atau seorang Financial Planner. Selain itu, kita bisa belajar melalui buku yang saya sampaikan diatas. Atau belajar melalui media digital seperti youtube, karena sudah banyak yang membahas hal tersebut.

Disiplin menjadi kunci utama

Dalam prosesnya, jika kita sudah mempunyai rencana keuangan. Jangan lupa untuk disiplin dan selalu mengontrol pemasukan dan pengeluaran. Serta lakukan evaluasi tentang rencana yang telah kita tetapkan secara rutin setiap periodenya.

Dari catatan saya diatas kurang lebih sudah satu tahun saya mempunyai perencanaan keuangan pribadi. Tentu tidak semua tujuan bisa saya capai dalam waktu singkat ini. Tetapi hal ini menjadikan saya lebih bertanggung jawab dengan keluar masuknya uang saya.

Catatan penting!

Ada dua hal yang menjadi sorotan di catatan saya selama ini yaitu “Apa bedanya kebutuhan dan keinginan?”. Kebutuhan setiap bulan itu hampir sama, yang membedakan itu hanya keinginan yang dituntut oleh gaya hidup. 

Sah-sah saja kita punya gaya hidup tinggi, tidak pernah ada yang menyalahkan. Namun, salah jika harus memaksakan gaya hidup saat kemampuan keuangan belum siap. Jangan lupakan satu hal, banyak orang kaya yang tampil biasa-biasa saja, karena mereka tahu bedanya kebutuhan dan keinginan.

Terima kasih sudah membaca catatan saya ini, mohon maaf jika tidak beraturan, karena memang catatan ini dibuat hanya sebagai pengingat saya. Lebih-lebih jika bisa menginspirasi teman-teman. Mari berdiskusi dikolom komentar dibawah ini.

Jika Anda suka, jangan lupa untuk bagikan :

You May Also Like

About the Author: khairil

Saya seorang yang sedang belajar digital marketing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *